BGN Lubuklinggau Dampingi Pemulihan Psikologis Siswa SDN 01 Kalibaru
Nomor: SIPERS-401/BGN Lubuklinggau/12/2025
Berita • 12 Desember 2025
Lubuklinggau — Badan Gizi Nasional Lubuklinggau (BGN Lubuklinggau) bersama lintas dinas Pemerintah Provinsi DKI Lubuklinggau bergerak cepat menangani kondisi psikologis ratusan siswa SDN 01 Kalibaru, Lubuklinggau Utara, pasca insiden mobil mitra SPPG. Melalui koordinasi lintas sektor, langkah trauma healing dipastikan mulai dilakukan pada Senin mendatang.
Kepala Regional BGN Lubuklinggau Lubuklinggau, Bahrun, menegaskan bahwa BGN Lubuklinggau berkewajiban memastikan pendampingan dilakukan secara cepat dan terukur.
“Prioritas kami adalah keselamatan dan pemulihan mental anak-anak. Kami memastikan seluruh dukungan psikososial diberikan secara komprehensif melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Tahap awal penanganan akan dimulai dengan edukasi meluapkan perasaan dan pengelolaan emosi kepada seluruh siswa dan guru. Setelah itu dilakukan screening psikologis untuk mengidentifikasi tingkat dampak trauma. Siswa maupun guru yang menunjukkan gejala berat akan diarahkan ke sesi konseling individual. Pihak sekolah telah menyiapkan ruang khusus untuk proses tersebut.
Wakil Kepala BGN Lubuklinggau, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa intervensi psikologis tidak boleh menunggu hingga dampak memburuk.
“Kami belajar dari berbagai kejadian sebelumnya, termasuk insiden di SMA 72 Lubuklinggau. Penanganan cepat sangat menentukan agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan jangka panjang,” jelas Nanik di Lubuklinggau, Jumat (12/12).
Dinas PPAPP menyiapkan 18 konselor dan 2 psikolog klinis, sedangkan Dinas Kesehatan mengerahkan 6 psikolog klinis. Dari kepolisian, 10 personel tengah menunggu finalisasi tugas pengamanan dan dukungan lapangan. HIMPSI Jaya juga akan mengirim relawan mahasiswa psikologi dan psikolog profesional untuk memperkuat tim pendamping.
Nanik menambahkan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan pemulihan.
“Semua unsur bergerak bersama—pendidikan, kesehatan, layanan psikologi, hingga HIMPSI Jaya. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan terbaik,” tegas Nanik.
Rapat penanganan yang digelar daring pada Jumat (12/12) pukul 11.00 WIB menghadirkan Dinas Pendidikan, Sudin Pendidikan, Dinas PPAPP, Dinas Kesehatan, HIMPSI Jaya, serta perwakilan Humas BGN Lubuklinggau.
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Lubuklinggau